Senin, 06 Oktober 2014

Posted by Unknown 10.48 No comments
Etos kerja



A.Sejarah
Masyarakat Yunani dan Abad Pertengahan
Pada masyarakat Yunani kuno, 
kerja atau pekerjaan kurang mendapatkan perhatian. Bahkan ada kecenderungan kerja tidak dipandang sebagai sesuatu mendasar bagi perwujudan eksistensi manusia.

Masyarakat Reformasi dan Industrialisasi
Menurut Marx Webber (1857-1974) kerja adalah sarana untuk 
mengembangkan  pribadi dan dunia serta sarana bagi keselamatan jiwa. Calvin adalah tokoh yang pada zaman ini memandang kerja sebagai ungkapan rasa memilih terhadap kerajaan surga. Industrialisasi merupakan perubahan secara pesat pada bidang pertanian, pertambangan, transportasi, dan sebgainya. Filsu-filsuf yang berpandangan sepeti ini antara lain John Locke (1632-1704),Adam Smith (1723-1790), George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1881), Karl Marx (1818-1883).


Hakikat Kerja

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1Uy77Al4bqG5ydHwdKMjNB8w0jCagrIvTo2uOAxQragYIp9lrooTgnyFbbg7LMjNYU29LW9SRjayTr7jhfBpx-gY3nh0seHN5N23Oc7bd9NEK9PrvrZpMNyCdYIKNe1M0OsikxGjzC4/s1600/15.jpg

B.Definisi Kerja
Kerja adalah wadah bagi pembentukan diri manusia dalam membangun dunianya. Melalui tiga fakor yang diperlihatkan H Arvon membantu kita untuk menilai apakah sebuah kegiatan dapat disebut kerja atau tidak, yaitu:

-Keterlibatan dimensi subjek secara intensif. Artinya sebuah pekerjaan tidak dilakukan dengan asal-asalan melainkan melibatkan totalitas dari subjek (cita,karsa dan rasa)
-    Hasil yang bermanfaat
-    Megeluarkan energi
Kerja Manusia vs Kerja Hewan
Manusia tidak jauh berbeda denga apa yang dilakukan hewan, tetapi dalam tatran intelektif antara kerja manusia dengan kerja hewan sangatlah berbeda, yakni:
Dua Elemen Kerja
Ada dua elemen penting suatu kegiatan disebut sebagai kerja atau pekerjaan, elemen itu adalah Elemen subjek adalah potensi atau kekuatan yang melekat di dalam diri manusia meliputi pikiran, keinginan, hati, kebebasan, kehendak dan  kemampuan danelemen objektif adalah sarana pendukung untuk merealisasikan pikiran, kemauaan dan rencananya.

Peran Istimewa Tangan
Salah satu instrumen yang penting dalam diri manusia adalah tangan. Ada bebrapa argumen untuk emnyatakan keistimewaan tangan, yaitu:
1.    Dimensi Personal.Melalui kerja manusia menunjukan nilai kemanusiaannya. Inilah yang dimaksudkan bahwa kerja sebagai ungkapan pribadi.
2.    Dimensi Sosial. Menurut gagasan Heidegger ini kerja mengandung makna bahwa apapun yang dilakukan manusia selalu melibatkan orang lain. Keterlemparan justru membuat manusia harus melakukan sesuatu sebagai tanda tanggung jawab terhadap orang lain. Karena itu, kerja tidak bisa terlepas dari bingkai sosialitas.
3.    Dimensi Etis.Nilai-nilai etis yang dikandung atau dituntut dalam kerja, yaitukeadilan,tanggung jawab, dan kejujuran.

C.Etos Kerja

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2m2ODALZ2aAQWzjDOydtrqmi8aEes_KYZN664joXhy_ceOg0Ogw0XsrC291zkrJsX4Xw4nkzb9Wr16SKVhEev0n_uteymb8Zsp9Xn-NTf8ABJgKs_5P_3z6gcJtzANJlde2h_uG-lOQU/s1600/13.jpg

Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma keerja yang diyakini ileh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting meliputu:

1.  Orientasi ke masa depan
2.Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu
3.Tanggung jawab.
4.Hemat dan sederhana
5.Persaingan sehat
Adapun fungsi eros kerja, yaitu pendorong timbulnya perbuatan,penggairah dalam aktivitas, dan  penggerak.

Cara Menumbuhkan Etos Kerja


1.    Menumbuhkan sikap optimis
2.    Jadilah diri sendiri
3.    Keberanian untuk memulai
4.    Kerha dan waktu 
5.    Konsentrasi dan fokus pada pekerjaan


D.Kerja Bermartabat
Etos kerja yang dibangun sebuah perusahaan jasa keuangan  termasuk dalam dimensi kerja bermartabat. Tampak jelas bahwa pekerjaan telah direduksikan hanya sebaagai sarana pemenuhan kebutuhan dan itu artinya menyamakan oekerjaan dengan kerja tangan dalamarti labour.

Etos Kerja di Jerman: Mittelstand
Mittelstand secara harfiah diterjemahkan sebagai "kelas menengah" atau bisnis kelas menengah. Namun, maknanya lebih dalam dan lebih luas daripada itu, yakni ssuatu etos kerja dan suatu paham filosofis tentang bagaimana kita harus hidup. Secara sederhana, ada beberapa inti dari Mittelstand, yakni etos kerja radikal, spesialisasi, familiaritas,kejujuran, konservatisme keuangan, investasi pada manusia, danpemerintah yang kompeten.

Etos Kerja dan Spesialisasi
Salah satu semboyan yang vukuo dikenal di kalangan para pekerja di Jerman adalah "Work hard, play hard". atau dalam bahasa Jerman "wer viel arbeitet , soll auch viel feeiem". Artinya orang yang bekerjaa banyak juga harus berpesta banyak. Tidak ada kerja atau sedikit kerja, maka orang tidak boleh berpesta. Inilah yang disebut etos kerja radikal.

Familiaritas dan Konservasitisme

Pabrik sepatu Meindl di Kirschanschoring, Jerman Selatan, kita aka menemukan contoh bisnisMittelstand yang menarik. Sekitar 200 orang bekerja di pabrik sepatu dan suasana di pabrik seperti di dalam keluarga, yakni amat familiar. Pabrik-pabrik tersebut menerapkan kebijakan yang jujur dan konservatif. Artinya merekaa tidak mau mendapatkan uang cepat karena bermain saham atau menipu bank sehingga mendapatkan pinjaman besar dengn kredibilitas palsu.

Minggu, 05 Oktober 2014

Posted by Unknown 04.00 1 comment


Jiwa dan Kebebasan
adanya jiwa didalam tubuh manusia membuat manusia bisa bereksistensi secara total di dunia.jiwa berfungsi sebagai kehendak bebas,karena jiwa manusia berdiri snediri. Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme.



A.Determinisme adalah aliran yang menolak bahwa manusia itu adalah mahluk bebas. menurut meraka Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut kebebasan yang bersifat deterministik, determinisme dibagi menjadi beberapa bagian
  1. Deterministik fisik-biologis berpendapat bahwa aktifitas dibumi ini terjadi karna fisik, biologis ..
  2. Deterministik psikologi adalah sebagai penolakan kalau jiwa manusia sebenarnya tidak bebas.tokoh yang terkenal dalam teori ini adalah Freud,ia membagi kelompok ini menjadi tiga bagian, yaitu id, ego dan superego.
  3. Deterministik sosial menempatkan lingkungan dan struktur sosial yang melingkupinya sebagai dasar untuk mendekatkan perilaku dan pola pikir seseorang.
  4. Deterministik teotologi adalah  penganut aliran ini percaia bahwa semua kegiatan manusia digerakan dari luar tubuhnya. 

kelemahan dari pandangan diatas adalah sebagai berikut:
-Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksial manusia
-Menyangkal bahwa manusia melakukan evaluasi pada setiap tindakan yang ia lakukan. 

Kebebasan sebagai eksistensi manusia karena manusia hidup dalam "kemungkinan dapat" atau berhadapan dengan pilihan yang berbeda nilainya, adnya moral dan tanggung jaawab adalah pengertian kebebasan dari Immanuel kant.


B.Definisi Kebebasan 
1.Secara umum, kebebasan adalah kebebasan negatif. Bebas itu itu tidak ada hambatan tapi bukan kebebasan eksistensial. 
2.Secara khusus, kebebasan adalah kebebasan positif atau eksistensial. Buktinya manusia selalu ingin lebih baik lagi dari yang sebelumnya. adanya proses untuk menjadi lebih sempurna 



C.Jenis-Jenis Kebebasan  
1.Kebebasan Horizontal berkaitan dengan kesennagan atau kesukaan, bersifat spontan, semata perimbangan intelektual. 

2.Kebebasan Vertikal berkaitan dengan pemilihan moral. Titik tolak dari kebebasan ini adalah mempertimbangkan untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan mempertanyakan tingkatan nilai yang sudah ada sebelumnya. 
3.Kebebasan Eksistensial berkaitan dengan kebebasan positif, bebasa adalah orang yang mampu menentukan dirinya sendiri dan mengakui dirinya sebagai pribadi yang otonom (bebas ekpresi)

Sabtu, 04 Oktober 2014

Posted by Unknown 20.04 1 comment
Hari ini saya jalan-jalan loh bersama satu angkatan Fakultas Psikologi UNTAR ke Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saya dan mahasiswa yang lain ke sana bukan untuk sekedar jalan-jalan guys, di sana saya beserta kelompok Extravaganza dan seluruh mahasiswa menganalisis tentang Filsafat Manusia dan Kebudayaan juga Etos Kerja. Nah, laporaan yang kelompok Extravaganza sajikan dalam bentuk video loh.....di tunggu ya update terbaru saya karena laporan massih dalam proses guys hehehe.....Sekarang saya cuma mau memposting foto-fotonya aja guys, gak apa-apa yaa :)))

 
Foto Mahasiswa Fakultas Psikologi'14 Universitas Tarumanagara, Field Trip ke  Setu Babakan


Foto Kelompok Extravaganza bersama Dr. Raja Oloan Tumanggor

Foto Kelompok Extravaganza bersama Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Dr. Mikha Agus Widiyanto, S. Th., M.Pd.

Extravaganza bersama Bang Indra





Foto-Foto Selfie Kelompok Extravaganza







Ada satu foto yang lagi yang belum bisa saya masukan karena masih ada di memory kamera kelompok saya tapi minggu saya akan update foto tersebut kok....Dan video akan saya posting pada hari senin ya guys :))))
Posted by Unknown 12.41 1 comment

Manusia & Afektifitas
Afektifitas adalah perasaan atau lebih luas dari kasih sayang yang menggugah perasaan manusia.
 
jika subjek mencintai objek dengan suatu alasan tertentu disebut Utilitaris/Bermanfaat. Kehidupan afektif memperlibatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subjek dan menguasai objek ini yang disebut Hasrat-Hasrat Jiwa. 

melihat dari afektivitas orang, orang yang brsuasana hati sedang buruk/galau bisa jadi tidak stabil dalam bekerja dalam aktivitas sehari-hari. orang yang bersuasana hati yang baik bisa semua kemampuan bekerja dengan baik juga. Ada beberapa perbuatan afektivitas dan juga yang bukan perbuatan afektivitas

perbuatan afektivitas yaitu:
-Hidup afektif/afektivitas adalah seluruh perbuatan afektivitas yang dilakukan karena subjek sehingga ditarik oleh objek atau sebaliknya.
-Perbuatan afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan vital/imamen.



bukan termasuk Afektivitas yaitu:
-Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan.karena Cinta mendahului perbuatan-perbuatan yang dimaksud adalah suatu perbuatan yang didasarkan pada cinta saja
- Afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa. Padahal kehidupan bukan tentang merasansaja tapi juga ada kehidupan spiritual



Kondisi Afektivitas Manusia
maksudnya adalah ada ikatan kesamaan subjek dan objek perbuatan afektifnya.kesenangan akan menjadikan subjek menjadi baik bila ia berada pada suaana yang nyaman.


Sumber: 

Power Point by Dr. Raja Oloan Tumanggor
 

Jumat, 03 Oktober 2014

Posted by Unknown 18.49 1 comment


Filsafat Manusia Badan dan Jiwa


Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. yang tidak bisa di pisahkan,dibagi menjadi dua aliran yaitu: 

A.Monoisme 
adalah aliran yang menyatakan bahwa badan dan jiwa itu adalah satu kesatuan. kemudian dibagi menjado tiga bentuk lagi:


  1. Materialisme adalah menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (Fisikalisme). tidak mempercayakan potensi manusia.
  2.  Teori identitas adalah menekankan hal yang berbeda dari materialisme, tapi mengakui aktivitas mental manusia.jadi badan dan jiwa merupakan hal yang sama.
  3. Idialisme percaia bahwa badan dan jiwa tidak semata hanya makna atau materi saja. tokoh yang mendasari aliran ini adalah Rene Descartes dengan "Cogito Ergosum"  


B.Dualisme
 adalah badan dan jiwa itu berbeda dan terpisah bukan merupakan satu kesatuan. Ada 3 cabang dalam aliran ini yaitu:

  1. Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
  2. Paralelisme: sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
  3. Epifenomenalisme: melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi saraf.

Badan Manusia
Badan adalah elemen mendasar dalam bentuk pribadi manusia. badan adalah kumpulan dari berbagai sel-sel yang membentuk organ dan berbagai entitas material yang membentuk makhluk
menghasilkan kualitas penginderaan yang Hakikatnya badan manusia bukan terletak di dalam dimensi materialnya.

Jiwa Manusia 
Jiwa manusia adalah badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Dalam pandangan tradisional, jiwa adalah makhluk halus, tidak bisa ditangkap indera. 



James P Pratt, menunjukkan ada 4 kemampuan dasar jiwa manusia, yakni:
-menghasilkan makna dari penginderaan khusus
-memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan
-memberi tanggapan terhadap proses yang terjadi dalam pemikiran demi kebaikan 

 

St. Agustinus, mengatakan bahwa manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan diri jiwa.jadi jasmani hanya alat untuk bergerak.




Search

Bookmark Us

Facebook Favorites More Twitter
Psy - Chibi Nosebleed