Etos kerja
A.Sejarah
Masyarakat Yunani dan Abad Pertengahan
Pada masyarakat Yunani kuno, kerja atau pekerjaan kurang mendapatkan perhatian. Bahkan ada kecenderungan kerja tidak dipandang sebagai sesuatu mendasar bagi perwujudan eksistensi manusia.
Masyarakat Reformasi dan Industrialisasi
Menurut Marx Webber (1857-1974) kerja adalah sarana untuk mengembangkan pribadi dan dunia serta sarana bagi keselamatan jiwa. Calvin adalah tokoh yang pada zaman ini memandang kerja sebagai ungkapan rasa memilih terhadap kerajaan surga. Industrialisasi merupakan perubahan secara pesat pada bidang pertanian, pertambangan, transportasi, dan sebgainya. Filsu-filsuf yang berpandangan sepeti ini antara lain John Locke (1632-1704),Adam Smith (1723-1790), George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1881), Karl Marx (1818-1883).
Pada masyarakat Yunani kuno, kerja atau pekerjaan kurang mendapatkan perhatian. Bahkan ada kecenderungan kerja tidak dipandang sebagai sesuatu mendasar bagi perwujudan eksistensi manusia.
Masyarakat Reformasi dan Industrialisasi
Menurut Marx Webber (1857-1974) kerja adalah sarana untuk mengembangkan pribadi dan dunia serta sarana bagi keselamatan jiwa. Calvin adalah tokoh yang pada zaman ini memandang kerja sebagai ungkapan rasa memilih terhadap kerajaan surga. Industrialisasi merupakan perubahan secara pesat pada bidang pertanian, pertambangan, transportasi, dan sebgainya. Filsu-filsuf yang berpandangan sepeti ini antara lain John Locke (1632-1704),Adam Smith (1723-1790), George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1881), Karl Marx (1818-1883).
Hakikat
Kerja
B.Definisi Kerja
Kerja adalah wadah bagi pembentukan diri manusia dalam membangun dunianya. Melalui tiga fakor yang diperlihatkan H Arvon membantu kita untuk menilai apakah sebuah kegiatan dapat disebut kerja atau tidak, yaitu:
-Keterlibatan dimensi subjek secara intensif. Artinya
sebuah pekerjaan tidak dilakukan dengan asal-asalan melainkan melibatkan
totalitas dari subjek (cita,karsa dan rasa)
- Hasil yang bermanfaat
- Megeluarkan energi
Kerja
Manusia vs Kerja Hewan
Manusia tidak jauh berbeda denga apa yang dilakukan hewan, tetapi dalam tatran intelektif antara kerja manusia dengan kerja hewan sangatlah berbeda, yakni:
Manusia tidak jauh berbeda denga apa yang dilakukan hewan, tetapi dalam tatran intelektif antara kerja manusia dengan kerja hewan sangatlah berbeda, yakni:
Dua
Elemen Kerja
Ada dua elemen penting suatu kegiatan disebut sebagai kerja atau pekerjaan, elemen itu adalah Elemen subjek adalah potensi atau kekuatan yang melekat di dalam diri manusia meliputi pikiran, keinginan, hati, kebebasan, kehendak dan kemampuan danelemen objektif adalah sarana pendukung untuk merealisasikan pikiran, kemauaan dan rencananya.
Peran Istimewa Tangan
Salah satu instrumen yang penting dalam diri manusia adalah tangan. Ada bebrapa argumen untuk emnyatakan keistimewaan tangan, yaitu:
Ada dua elemen penting suatu kegiatan disebut sebagai kerja atau pekerjaan, elemen itu adalah Elemen subjek adalah potensi atau kekuatan yang melekat di dalam diri manusia meliputi pikiran, keinginan, hati, kebebasan, kehendak dan kemampuan danelemen objektif adalah sarana pendukung untuk merealisasikan pikiran, kemauaan dan rencananya.
Peran Istimewa Tangan
Salah satu instrumen yang penting dalam diri manusia adalah tangan. Ada bebrapa argumen untuk emnyatakan keistimewaan tangan, yaitu:
1.
Dimensi Personal.Melalui kerja manusia
menunjukan nilai kemanusiaannya. Inilah yang dimaksudkan bahwa kerja sebagai
ungkapan pribadi.
2.
Dimensi Sosial. Menurut gagasan Heidegger ini
kerja mengandung makna bahwa apapun yang dilakukan manusia selalu melibatkan
orang lain. Keterlemparan justru membuat manusia harus melakukan sesuatu
sebagai tanda tanggung jawab terhadap orang lain. Karena itu, kerja tidak bisa
terlepas dari bingkai sosialitas.
3.
Dimensi Etis.Nilai-nilai etis yang dikandung atau dituntut dalam
kerja, yaitukeadilan,tanggung jawab, dan kejujuran.
C.Etos Kerja
Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma keerja yang diyakini ileh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting meliputu:
1. Orientasi ke masa depan
2.Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu
3.Tanggung jawab.
4.Hemat dan sederhana
5.Persaingan sehat
Adapun fungsi eros kerja, yaitu pendorong timbulnya perbuatan,penggairah dalam aktivitas, dan penggerak.
Cara Menumbuhkan Etos Kerja
Cara Menumbuhkan Etos Kerja
1.
Menumbuhkan sikap optimis
2.
Jadilah diri sendiri
3.
Keberanian untuk memulai
4.
Kerha dan waktu
5.
Konsentrasi dan fokus pada pekerjaan
D.Kerja Bermartabat
Etos kerja yang dibangun sebuah perusahaan jasa keuangan termasuk dalam dimensi kerja bermartabat. Tampak jelas bahwa pekerjaan telah direduksikan hanya sebaagai sarana pemenuhan kebutuhan dan itu artinya menyamakan oekerjaan dengan kerja tangan dalamarti labour.
Etos Kerja di Jerman: Mittelstand
Mittelstand secara harfiah diterjemahkan sebagai "kelas menengah" atau bisnis kelas menengah. Namun, maknanya lebih dalam dan lebih luas daripada itu, yakni ssuatu etos kerja dan suatu paham filosofis tentang bagaimana kita harus hidup. Secara sederhana, ada beberapa inti dari Mittelstand, yakni etos kerja radikal, spesialisasi, familiaritas,kejujuran, konservatisme keuangan, investasi pada manusia, danpemerintah yang kompeten.
Etos Kerja dan Spesialisasi
Salah satu semboyan yang vukuo dikenal di kalangan para pekerja di Jerman adalah "Work hard, play hard". atau dalam bahasa Jerman "wer viel arbeitet , soll auch viel feeiem". Artinya orang yang bekerjaa banyak juga harus berpesta banyak. Tidak ada kerja atau sedikit kerja, maka orang tidak boleh berpesta. Inilah yang disebut etos kerja radikal.
Familiaritas dan Konservasitisme
Pabrik sepatu Meindl di Kirschanschoring, Jerman Selatan, kita aka menemukan contoh bisnisMittelstand yang menarik. Sekitar 200 orang bekerja di pabrik sepatu dan suasana di pabrik seperti di dalam keluarga, yakni amat familiar. Pabrik-pabrik tersebut menerapkan kebijakan yang jujur dan konservatif. Artinya merekaa tidak mau mendapatkan uang cepat karena bermain saham atau menipu bank sehingga mendapatkan pinjaman besar dengn kredibilitas palsu.
Etos kerja yang dibangun sebuah perusahaan jasa keuangan termasuk dalam dimensi kerja bermartabat. Tampak jelas bahwa pekerjaan telah direduksikan hanya sebaagai sarana pemenuhan kebutuhan dan itu artinya menyamakan oekerjaan dengan kerja tangan dalamarti labour.
Etos Kerja di Jerman: Mittelstand
Mittelstand secara harfiah diterjemahkan sebagai "kelas menengah" atau bisnis kelas menengah. Namun, maknanya lebih dalam dan lebih luas daripada itu, yakni ssuatu etos kerja dan suatu paham filosofis tentang bagaimana kita harus hidup. Secara sederhana, ada beberapa inti dari Mittelstand, yakni etos kerja radikal, spesialisasi, familiaritas,kejujuran, konservatisme keuangan, investasi pada manusia, danpemerintah yang kompeten.
Etos Kerja dan Spesialisasi
Salah satu semboyan yang vukuo dikenal di kalangan para pekerja di Jerman adalah "Work hard, play hard". atau dalam bahasa Jerman "wer viel arbeitet , soll auch viel feeiem". Artinya orang yang bekerjaa banyak juga harus berpesta banyak. Tidak ada kerja atau sedikit kerja, maka orang tidak boleh berpesta. Inilah yang disebut etos kerja radikal.
Familiaritas dan Konservasitisme
Pabrik sepatu Meindl di Kirschanschoring, Jerman Selatan, kita aka menemukan contoh bisnisMittelstand yang menarik. Sekitar 200 orang bekerja di pabrik sepatu dan suasana di pabrik seperti di dalam keluarga, yakni amat familiar. Pabrik-pabrik tersebut menerapkan kebijakan yang jujur dan konservatif. Artinya merekaa tidak mau mendapatkan uang cepat karena bermain saham atau menipu bank sehingga mendapatkan pinjaman besar dengn kredibilitas palsu.










0 komentar:
Posting Komentar