Selasa, 11 November 2014

Posted by Unknown 10.41 No comments
Manfaat Persahabatan Dalam Dunia Remaja

Latar Belakang
     Remaja diartikan orang yang mulai dewasa atau sudah sampai umur untuk kawin. Sedangkan sahabat adalah persaudaraan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2013). “Remaja merupakan potensi manusia yang perlu dimanfaatkan” (Al-Migwar, 2006, h.57). persahabatan remaja adalah suatu peroses menjadi dewasa dengan cara bersaudara dengan orang lain. Menjadikan remaja saling bersaudara guna menjadi manusia dewasa yang baik.
     Banyak remaja yang tidak mengerti tentang keuntungan bersahabatan sehingga remaja zaman sekarang semakin egois. kemajuan teknologi menjadikan kebanyakan remaja menjadi individualis, mereka hanya mementingkan dirinya tanpa peduli dengan orang disekitarnya. Persahabatan bukan hanya tentang bagaimana cara untuk menghargai sesama tetapi juga mengajarkan menjadi tim dalam mengisi waktu remaja agar menjadi manusi dewasa yang berguna.

Jenis-Jenis Kelompok Sahabat Dalam Dunia Remaja
     Pada awalnya remaja secara umum meninggalkan rumah dan bergaul lebih luas dalam lingkungan sosial. Kemudian pergaulanya meluas sehingga terbentuk kelompok-kelompok teman sebaya. Adapun macam-macam kelompok teman sebaya sebagai berikut.
     Kelompok Sahabat Karib. Kelompok sahabat yang mempunyai ikatan persahabatan yang sangat kuat. Anggota kelompok biasanya terdiri dari 2 - 3 remaja dengan jenis kelamin yang sama dan memiliki minat yang sama. Beberapa kemiripannya membuat kelompok remaja ini sangat kompak (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
     Kelompok Komplotan Sahabat.  Biasanya terdiri dari 4 - 5 remaja yang memiliki minat, kemampuan dan kemauan-kemauan yang relatif sama. Biasanya terjadi dari penyatuan dua pasang sahabat karib yang terjadi pada tahun-tahun pertama masa remaja awal. Dalam kelompok inilah remaja mulai menghabiskan waktu bersama, seperti (1) nonton bersama (2) rekreasi , (3) pesta, dan (4) saling menelpon (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
     Kelompok Banyak Remaja. Terdiri dari banyak remaja, lebih besar dibanding komplotan remaja. Karena besarnya kelompok maka jarak emosi antara anggot kelompok juga renggang. Biasanya anggota kelompok memiliki jenis kelamin yang berbeda serta terdapat keragaman kemampuan, minat, dan kemauan diantara anggota kelompok (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
     Kelompok yang Diorganisir. Kelompok yang sengaja dibentuk dan diorganisir oleh orang dewasa yang biasanya melalui lembaga-lembaga tertentu. Contohnya sekolah dan yayasan. Maka kelompok-kelompok yang diorganisir dan dibentuk secara sengaja ini terbuka untuk semua remaja (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
     Kelompok Geng. Merupakan kelompok remaja yang terbentuk dengan sendirinya yang merupakan akibat pelarian dari empat jenis kelompok diatas. Anggota geng bisa berlainan jenis kelamin dapat pula sama. Remaja anggota geng itu menghabiskan waktu menganggur dan biasanya mengganggu remaja lain (Mappiare, 1982, h 158 – 160).


Pengaruh Kuat Persahabatan Dalam Dunia Remaja
     Pengaruh teman sebaya merupakan hal yang penting dan tidak dapat diremehkan dalam masa remaja, diantara para remaja terdapat jalinan ikatan perasaan yang kuat. Dalam persahabatan itu terbentuk norma dan nilai tersendiri. Melalui hal-hal tersebut maka dapat dimengerti minat, sikap dan perilaku ramaja banyak dipengaruhi oleh teman-teman dalam kelompok mereka, tetapi tidak terlepas dari peran orangtua (Mapiare, 1982, h 170)
     Faktor yang menyebabkan remaja diterima. Banyak faktor yang menyebabkan remaja bisa diterima dalam suatu kelompok remaja. Remaja pada dasarnya memiliki sifat-sifat yang dainggap selaras dengan kelompok remaja maka akan mudah diterima. Namun terkadang seorang remaja harus menyesuaikan diri dengan kelompoknya jika ingin diterima. Berikut ini adalah sebab-seba remaja bisa diterima dalam kelompok; (a) Penampilan dan perbuatan, Meliputi wajah yang baik, penampilan yang rapih, serta aktif dalam urusan kelompok; (b) Kemampuan berfikir, remaja yang mempunyai inisiatif dan banyak memikirkan kepentingan kelompok akan mudah diterima; (c) Sikap dan perasaan, ramaja yang bersikap menghargai sesama dan penyabar akan mudah diterima karena dapat saling menghormati antara anggota kelompok; (d) Berkepribadian, remaja yang mempunyai gaya atau minat dan kemampuan yang sama, mudah masuk dalam anggota kelompok (Mappiare, 1982, h 170).
     Faktor yang menyebabkan remaja ditolak. Ketidak cocokan dalam cara berfikir, tingkah-laku dan adanya keanehan dalam diri seorang remaja biasanya menjadi faktor yang menyebabkan remaja ditolak sebagai anggota kelompok. Dalam hal itu remaja biasanya akan mencari kelompok lain yang bisa menerima kekurangannya. Sebab-sebab remaja ditolak adalah;  (a) Senang menyendiri, remaja yang senang menyendiri akan sulit menyatu dengan anggota kelompok yang lain, yang menyebabkan remaja dijauhi oleh remaja lainnya; (b) Memikirkan diri sendiri, remaja yang memikirkan diri sendiri akan cendrung membaut ikatan sesama anggota kelompok menjadi renggang. Remaja seperti ini tidak akan banyak ikut dalam kegiatan-kegiatan kelompok; (c) Memaksan kemauan sendiri, sering memaksakan kemauan sendiri akan membuat remaja seperti penguasa dalam suatu kelompok dan akan menjadi tidak peduli dengan pendapat-pendapat anggota kelompok yang lain (Mappiare, 1982, h 72).

Maanfaat Persahabatan
     kepribadian yang matang membuat remaja mampu mandiri dan hal ini menjadi penting karena remaja seharusnya perlahan melepaskan diri dari ketergantungan orang tua. Kehidupan ramaja dipengaruhi banyak aspek lingkungan yang akan membentuk kepribadian remaja secara matang. salah satu faktor pendorongnya adalah pertemanan dalam masa remaja (Gunarsa & Gunarsa, 1991).
     Manfaat penting dari adanya persahabatan adalah remaja dapat bekerja sama untuk mencapai tujan yang telah mereka sepakati dan mengisi waktu remaja bersama-sama. Didalam persahabatan, remaja akan  merasa dihargai, dibutuhkan, dengan demiakian remaja akan membentuk jati diri dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat. Persahabatan juga mengajarkan remaja belajar bagaimana cara menghargai orang lain (Mappiare, 1982).
     Masa remaja adalah masa peralihan, saat anak beranjak menjadi manusia dewasa. Ada dua hal yang mempengaruhi pertumbuhan anak pertama faktor internal, yaitu kareakteristik didalam diri remaja, kedua faktor eksternal, yaitu adanya pengaruh lingkungan yang dimaksud adalah orangtua dan teman sebaya yang sangat penting dalam pertumbuhan reamaja (Gunarsa, 2004).

Kesimpulan
      Jadi masa remaja seharusnya dihabiskan dengan hal-hal yang berguna bersama sahabat. Kedewasaan seorang remaja akan tercermin saat melihat sahabatnya karena remaja dan sahabat-sahabatnya akan membentuk sifat, prilaku dan cara berfikir yang sama. Mempunyai sahabat menjadikan kita merasa tidak sendiri karena akan selalu ada sahabat yang membantu kita dalam suka maupun duka, begitupun sebaliknya. Carilah sahabat bukan dari gaya atau karena memiliki kesamaan, tetapi cari sahabat yang membuat nyam dan menjadikan kita terus berkembang.
     Manfaatkanlah masa-masa remaja dengan sebaikmungkin karena masa remaja hanya datang satu kali seumur hidup. Mendapatkan sahabat memang sulit, tetapi carilah sahabat yang berperilaku baik karena sahabat yang baik akan selalu ada dan takan pernah terlupakan sepanjang hidup. Remaja yang tidak memiliki sahabat akan seperti manusi tanpa wajah, tidak memiliki ekspresi. Bersahabatlah, dengan berjalannya waktu maka akan mengerti arti dari sahabat.






Daftar pustaka

Al-mighwar, M. (2006). Psikologi remaja. Bandung: pustaka setia.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, S. D. (1991). Psikologi praktis: anak, remaja dan keluarga. Jakarta: BPK gunung mulia.
Gunarsa, S. D. (2004). Dari Anak sampai Usia Lanjut. Jakarta: BPK gunung mulia.
Mappiare, A. (1982). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha nasional.
Media Pustaka Phoenix. (2013). Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ke-7). Jakarta: penulis



















Rabu, 05 November 2014

Posted by Unknown 23.30 No comments
                                                      Kriminalitas di Jakarta

     Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2014) kriminalitas memilki beberapa pengertian. Pertama, Kriminalitas sama dengan kejahatan (pelanggaran yang dapat dihukum) yaitu prakara kejahatan yang dapat dihukum menurut Undang-Undang. Kedua, pengertian kriminalitas menurut istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong dalam pelanggaran hukum positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara). Jadi dapat disimpulakn bahwa kriminalitas adalah suatu tindakan yang melanggar hukum.

Jenis-jenis Kriminalitas
   Perampokan dan pencurian. Perampokan merupakan tindakan kekerasan dengan cara paksa atau intimidasi kepada sang korban. dalam KUHP perampokan merupakan tindakan yang paling berat. Sedangkan yang dimaksud dengan pencurian adalah pengambilan barang secara diam-diam tanpa diketahui korban (santoso, 2002).
     Penipuan. Segala sesuatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh keuntungan secara tidak adil dari orang lain. Biasanya penipuan berkedok bisnis dengan menawarkan keuntungan. Korban penipuan kebanyakan tidak mendapatkan kekerasan fisik dari pelaku (santoso, 2002).
     Pembunuhan. Pembunuhan merupakan tindak kriminal seseorang dengan cara menghilngkan nyawa orang lain. Untuk hukuman bagi pelaku pembunuhan biasanya mulai dari hitungan tahun. Sedangkan dalam kasus pembunuhan yang tergolong sadis, pelaku bisa dihukum seumur hidup (santoso, 2002).
    
     Pemerkosaan. Tindakan kriminal berwatak seksual. Tindakan yang terjadi ketika seoarang manusia atau lebih memaksa manusia lain untuk berhubungan seksual. Kebanyakan dari korban pemerkosaan adalah perempuan.

Penyebab Kriminalitas di Jakarta
     Kemiskinan. Kemiskinan menjadi salah satu faktor seseorang bertindak kriminal. sedangkan di jakarta jumlah penduduk miskin mencapai 354,19 ribu orang atau 3,55 persen dari keseluruhan warga DKI Jakarta. Data tersebut bisa menjadi bukti bahwa kemiskinan merupakan salahsatu faktor pendorong seseorang melakukan tindakan kriminalitas.
     Pengagguran. Pengangguran menjadi faktor utama seseorang melakukan tindak kriminal. Tingginya angka pengangguran di DKI Jakarta berbanding lurus dengan tingginya angka kriminalitas yang terjadi di DKI Jakarta. Tidak ada pekerjaan membuat sesorang sulit memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya dengan cara apapun seseorang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan dengan cara yang melanggar hukum.
     Jumlah penduduk yang tinggi. Di DKI Jakarata pertumbuhan penduduk sangat cepat, ditahun 2011 jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10.187.595 jiwa. Hal ini membuat angka kriminalitas tetap tinggi karena jumlah penduduk yang banyak membaut pemerintah sulit mengontrol dan mengawasi warga DKI Jakarta. Dan letak ruang tata kota yang tidak teratur menambah kesulitan pemerintah.
    Tidak tegasnya hukum. Tidak tegasnya hukaman terhadap para pelaku krminalitas membuat para pelaku kriminalitas di DKI Jakarta tidak jerah. Para pelaku kriminalits di DKI Jakarta seolah-olah kebal dengan hukum. Banyak dari pelaku kriminalitas yang mempunyai perlindungan dari oknum polisi. 

Dampak Primer dari Kriminalitas
     Dampak psikologis. Kebanyakan dari korban tindak krimnalitas menjadi trauma.Jjika khasus yang dialami korban cukup berat seperti pemerkosaan biasanya korban mengalami gangguan mental, bahkan tidak jarang korban perkosaan menjadi gila. Beberapa khasus perampokan mengakibatkan korban takut untuk  kembali bermasyarakat, membuat korban  mencurigai orang-orang disekitarnya (Sulistianingsih & Fachturohman, 2002).
     Dampak fisik. Korban kriminal banyak yang mendapat kekerasan fisik, korban perampokan paling banyak mendapat luka fisik. contonya korban dibacok, ditembak, bahkan beberapa khasus korban sengaja dihilngkan nyawanya agar tidak bisa dilacak keberadaan. pelaku. Pelaku kriminalitas tidak segan-segan melukai korban agar bisa mendapatkan harta benda korban (Sulistianingsih & Fachturohman, 2002).

Dampak Sekunder dari Kriminalitas
     Dampak terhadap masyarakat. Sekarang masyarakat menjadi lebih waspada terhadap sesuatu yang mencurigakan disekitarnya. Masayarakat kini seperti hidup didalam ketakutan, karena setiap hari selalu ada berita-berita yang mengabarkan tentang kriminalitas. Khususnya di DKI Jakarta, masyarakatnya menjadi semakin individualis karena tidak mempercaiayai lagi lingkunganya.



                      Referensi

“Politik kota dan hak warga kota” (2006). Politik kota dan hak warga kota. Jakarta: Buku kompas
Badan Puasat Statistik (BPS). (2013). Tingkat kemiskinan di DKI Jakarta. Diunduh dari http://jakarta.bps.go.id/fileupload/brs/2013_07_01_14_16_47.pdf
Ekandari, S., & Faturochman. (2009). Dampak sosial psikologi pemerkoasaan. Buletin psikologi, 10(1), 9-23. Diunduh dari http://fatur.staff.ugm.ac.id/file/JURNAL%20-%20Dampak%20Sosial-Psikologis%20Perkosaan.pdf
Lihin (2012). Pengertian kriminalitas menurut bahasa dan istilah.  Diunduh dari http://www.referensimakalah.com/2012/10/pengertian-kriminalitas-menurut-bahasa.html
Santoso,T. (2002). Teori-teori kekerasan. Jakarta: Ghalia Indonesia.





  

Search

Bookmark Us

Facebook Favorites More Twitter
Psy - Chibi Nosebleed