Manfaat Persahabatan Dalam Dunia Remaja
Latar Belakang
Remaja diartikan orang yang mulai
dewasa atau sudah sampai umur untuk kawin. Sedangkan sahabat adalah
persaudaraan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2013). “Remaja merupakan
potensi manusia yang perlu dimanfaatkan” (Al-Migwar, 2006, h.57). persahabatan
remaja adalah suatu peroses menjadi dewasa dengan cara bersaudara dengan orang
lain. Menjadikan remaja saling bersaudara guna menjadi manusia dewasa yang baik.
Banyak remaja yang tidak mengerti tentang
keuntungan bersahabatan sehingga remaja zaman sekarang semakin egois. kemajuan teknologi menjadikan kebanyakan remaja menjadi individualis, mereka hanya mementingkan
dirinya tanpa peduli dengan orang disekitarnya. Persahabatan bukan hanya tentang bagaimana cara untuk menghargai
sesama tetapi juga mengajarkan menjadi tim dalam mengisi waktu remaja agar
menjadi manusi dewasa yang berguna.
Jenis-Jenis Kelompok Sahabat Dalam
Dunia Remaja
Pada awalnya remaja secara umum meninggalkan
rumah dan bergaul lebih luas dalam lingkungan sosial. Kemudian pergaulanya
meluas sehingga terbentuk kelompok-kelompok teman sebaya. Adapun macam-macam
kelompok teman sebaya sebagai berikut.
Kelompok Sahabat Karib. Kelompok sahabat yang mempunyai ikatan
persahabatan yang sangat kuat. Anggota kelompok biasanya terdiri dari 2 - 3
remaja dengan jenis kelamin yang sama dan memiliki minat yang sama. Beberapa
kemiripannya membuat kelompok remaja ini sangat kompak (Mappiare, 1982, h 158 –
160).
Kelompok Komplotan Sahabat. Biasanya
terdiri dari 4 - 5 remaja yang memiliki minat, kemampuan dan kemauan-kemauan
yang relatif sama. Biasanya terjadi dari penyatuan dua pasang sahabat karib
yang terjadi pada tahun-tahun pertama masa remaja awal. Dalam kelompok inilah
remaja mulai menghabiskan waktu bersama, seperti (1) nonton bersama (2) rekreasi
, (3) pesta, dan (4) saling menelpon (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
Kelompok Banyak Remaja. Terdiri dari banyak remaja, lebih
besar dibanding komplotan remaja. Karena besarnya kelompok maka jarak emosi
antara anggot kelompok juga renggang. Biasanya anggota kelompok memiliki jenis
kelamin yang berbeda serta terdapat keragaman kemampuan, minat, dan kemauan
diantara anggota kelompok (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
Kelompok yang Diorganisir. Kelompok yang sengaja dibentuk dan diorganisir
oleh orang dewasa yang biasanya melalui lembaga-lembaga tertentu. Contohnya
sekolah dan yayasan. Maka kelompok-kelompok yang diorganisir dan dibentuk
secara sengaja ini terbuka untuk semua remaja (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
Kelompok Geng. Merupakan kelompok remaja yang
terbentuk dengan sendirinya yang merupakan akibat pelarian dari empat jenis
kelompok diatas. Anggota geng bisa berlainan jenis kelamin dapat pula sama.
Remaja anggota geng itu menghabiskan waktu menganggur dan biasanya mengganggu
remaja lain (Mappiare, 1982, h 158 – 160).
Pengaruh Kuat Persahabatan Dalam Dunia
Remaja
Pengaruh teman sebaya merupakan hal yang
penting dan tidak dapat diremehkan dalam masa remaja, diantara para remaja
terdapat jalinan ikatan perasaan yang kuat. Dalam persahabatan itu terbentuk
norma dan nilai tersendiri. Melalui hal-hal tersebut maka dapat dimengerti
minat, sikap dan perilaku ramaja banyak dipengaruhi oleh teman-teman dalam
kelompok mereka, tetapi tidak terlepas dari peran orangtua (Mapiare, 1982, h
170)
Faktor
yang menyebabkan remaja diterima. Banyak faktor yang menyebabkan remaja
bisa diterima dalam suatu kelompok remaja. Remaja pada dasarnya memiliki
sifat-sifat yang dainggap selaras dengan kelompok remaja maka akan mudah
diterima. Namun terkadang seorang remaja harus menyesuaikan diri dengan
kelompoknya jika ingin diterima. Berikut ini adalah sebab-seba remaja bisa
diterima dalam kelompok; (a) Penampilan dan perbuatan, Meliputi wajah yang baik, penampilan yang rapih, serta aktif
dalam urusan kelompok; (b) Kemampuan berfikir, remaja yang mempunyai inisiatif
dan banyak memikirkan kepentingan kelompok akan mudah diterima; (c) Sikap dan
perasaan, ramaja yang bersikap
menghargai sesama dan penyabar akan mudah diterima karena dapat saling menghormati
antara anggota kelompok; (d) Berkepribadian, remaja yang mempunyai gaya atau
minat dan kemampuan yang sama, mudah masuk dalam anggota kelompok (Mappiare,
1982, h 170).
Faktor yang menyebabkan remaja ditolak. Ketidak cocokan dalam cara berfikir, tingkah-laku dan
adanya keanehan dalam diri seorang remaja biasanya menjadi faktor yang
menyebabkan remaja ditolak sebagai anggota kelompok. Dalam hal itu remaja biasanya
akan mencari kelompok lain yang bisa menerima kekurangannya. Sebab-sebab remaja
ditolak adalah; (a) Senang menyendiri, remaja yang senang menyendiri akan
sulit menyatu dengan anggota kelompok yang lain, yang menyebabkan remaja
dijauhi oleh remaja lainnya; (b) Memikirkan diri sendiri, remaja yang
memikirkan diri sendiri akan cendrung membaut ikatan sesama anggota kelompok
menjadi renggang. Remaja seperti ini tidak akan banyak ikut dalam kegiatan-kegiatan
kelompok; (c) Memaksan kemauan sendiri, sering
memaksakan kemauan sendiri akan membuat remaja seperti penguasa dalam suatu
kelompok dan akan menjadi tidak peduli dengan pendapat-pendapat anggota
kelompok yang lain (Mappiare, 1982, h 72).
Maanfaat Persahabatan
kepribadian
yang matang membuat remaja mampu mandiri dan hal ini menjadi penting karena
remaja seharusnya perlahan melepaskan diri dari ketergantungan orang tua. Kehidupan
ramaja dipengaruhi banyak aspek lingkungan yang akan membentuk kepribadian
remaja secara matang. salah satu faktor pendorongnya adalah pertemanan dalam
masa remaja (Gunarsa & Gunarsa, 1991).
Manfaat penting dari adanya persahabatan
adalah remaja dapat bekerja sama untuk mencapai tujan yang telah mereka
sepakati dan mengisi waktu remaja bersama-sama. Didalam persahabatan, remaja
akan merasa dihargai, dibutuhkan, dengan
demiakian remaja akan membentuk jati diri dan mampu bersosialisasi dengan
masyarakat. Persahabatan juga mengajarkan remaja belajar bagaimana cara
menghargai orang lain (Mappiare, 1982).
Masa remaja adalah masa peralihan, saat
anak beranjak menjadi manusia dewasa. Ada dua hal yang mempengaruhi pertumbuhan
anak pertama faktor internal, yaitu
kareakteristik didalam diri remaja, kedua faktor eksternal, yaitu adanya pengaruh lingkungan yang dimaksud adalah
orangtua dan teman sebaya yang sangat penting dalam pertumbuhan reamaja
(Gunarsa, 2004).
Kesimpulan
Jadi masa remaja seharusnya dihabiskan
dengan hal-hal yang berguna bersama sahabat. Kedewasaan seorang remaja akan
tercermin saat melihat sahabatnya karena remaja dan sahabat-sahabatnya akan
membentuk sifat, prilaku dan cara berfikir yang sama. Mempunyai sahabat
menjadikan kita merasa tidak sendiri karena akan selalu ada sahabat yang
membantu kita dalam suka maupun duka, begitupun sebaliknya. Carilah sahabat
bukan dari gaya atau karena memiliki kesamaan, tetapi cari sahabat yang membuat
nyam dan menjadikan kita terus berkembang.
Manfaatkanlah masa-masa remaja dengan
sebaikmungkin karena masa remaja hanya datang satu kali seumur hidup.
Mendapatkan sahabat memang sulit, tetapi carilah sahabat yang berperilaku baik
karena sahabat yang baik akan selalu ada dan takan pernah terlupakan sepanjang
hidup. Remaja yang tidak memiliki sahabat akan seperti manusi tanpa wajah,
tidak memiliki ekspresi. Bersahabatlah, dengan berjalannya waktu maka akan
mengerti arti dari sahabat.
Daftar pustaka
Al-mighwar, M.
(2006). Psikologi remaja. Bandung:
pustaka setia.
Gunarsa, S.
D., & Gunarsa, S. D. (1991). Psikologi
praktis: anak, remaja dan keluarga. Jakarta: BPK gunung mulia.
Gunarsa, S. D.
(2004). Dari Anak sampai Usia Lanjut.
Jakarta: BPK gunung mulia.
Mappiare, A.
(1982). Psikologi remaja. Surabaya:
Usaha nasional.
Media Pustaka
Phoenix. (2013). Kamus Besar Bahasa
Indonesia (edisi ke-7). Jakarta: penulis











.jpg)

