Kriminalitas di Jakarta
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI, 2014) kriminalitas memilki beberapa pengertian. Pertama, Kriminalitas sama dengan kejahatan
(pelanggaran yang dapat dihukum) yaitu prakara kejahatan yang dapat
dihukum menurut Undang-Undang. Kedua, pengertian
kriminalitas menurut istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong
dalam pelanggaran hukum positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara). Jadi
dapat disimpulakn bahwa kriminalitas adalah suatu tindakan yang melanggar
hukum.
Jenis-jenis Kriminalitas
Perampokan dan pencurian. Perampokan
merupakan tindakan kekerasan dengan cara paksa atau intimidasi kepada sang
korban. dalam KUHP perampokan merupakan tindakan yang paling berat. Sedangkan
yang dimaksud dengan pencurian adalah pengambilan barang secara diam-diam tanpa
diketahui korban (santoso, 2002).
Penipuan. Segala
sesuatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh keuntungan secara
tidak adil dari orang lain. Biasanya penipuan berkedok bisnis dengan menawarkan
keuntungan. Korban penipuan kebanyakan tidak mendapatkan kekerasan fisik dari
pelaku (santoso, 2002).
Pembunuhan. Pembunuhan
merupakan tindak kriminal seseorang dengan cara menghilngkan nyawa orang lain.
Untuk hukuman bagi pelaku pembunuhan biasanya mulai dari hitungan tahun.
Sedangkan dalam kasus pembunuhan yang tergolong sadis, pelaku bisa dihukum
seumur hidup (santoso, 2002).
Pemerkosaan. Tindakan kriminal berwatak seksual.
Tindakan yang terjadi ketika seoarang manusia atau lebih memaksa manusia lain
untuk berhubungan seksual. Kebanyakan dari korban pemerkosaan adalah perempuan.
Penyebab Kriminalitas di Jakarta
Kemiskinan.
Kemiskinan menjadi salah satu faktor seseorang bertindak kriminal. sedangkan
di jakarta jumlah penduduk miskin mencapai 354,19 ribu orang atau 3,55 persen
dari keseluruhan warga DKI Jakarta. Data tersebut bisa menjadi bukti bahwa
kemiskinan merupakan salahsatu faktor pendorong seseorang melakukan tindakan
kriminalitas.
Pengagguran. Pengangguran menjadi faktor utama
seseorang melakukan tindak kriminal. Tingginya angka pengangguran di DKI
Jakarta berbanding lurus dengan tingginya angka kriminalitas yang terjadi di
DKI Jakarta. Tidak ada pekerjaan membuat sesorang sulit memenuhi kebutuhan
hidupnya. Akhirnya dengan cara apapun seseorang berusaha untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya bahkan dengan cara yang melanggar hukum.
Jumlah
penduduk yang tinggi. Di DKI Jakarata pertumbuhan penduduk sangat cepat,
ditahun 2011 jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10.187.595 jiwa. Hal ini
membuat angka kriminalitas tetap tinggi karena jumlah penduduk yang banyak
membaut pemerintah sulit mengontrol dan mengawasi warga DKI Jakarta. Dan letak
ruang tata kota yang tidak teratur menambah kesulitan pemerintah.
Tidak
tegasnya hukum. Tidak tegasnya hukaman terhadap para pelaku krminalitas
membuat para pelaku kriminalitas di DKI Jakarta tidak jerah. Para pelaku
kriminalits di DKI Jakarta seolah-olah kebal dengan hukum. Banyak dari pelaku kriminalitas
yang mempunyai perlindungan dari oknum polisi.
Dampak Primer dari Kriminalitas
Dampak psikologis. Kebanyakan dari
korban tindak krimnalitas menjadi trauma.Jjika khasus yang dialami korban cukup
berat seperti pemerkosaan biasanya korban mengalami gangguan mental, bahkan
tidak jarang korban perkosaan menjadi gila. Beberapa khasus perampokan
mengakibatkan korban takut untuk kembali
bermasyarakat, membuat korban mencurigai
orang-orang disekitarnya (Sulistianingsih & Fachturohman, 2002).
Dampak
fisik. Korban kriminal banyak yang mendapat kekerasan fisik, korban
perampokan paling banyak mendapat luka fisik. contonya korban dibacok,
ditembak, bahkan beberapa khasus korban sengaja dihilngkan nyawanya agar tidak
bisa dilacak keberadaan. pelaku. Pelaku kriminalitas tidak segan-segan melukai
korban agar bisa mendapatkan harta benda korban (Sulistianingsih &
Fachturohman, 2002).
Dampak Sekunder dari Kriminalitas
Dampak terhadap masyarakat. Sekarang masyarakat menjadi lebih
waspada terhadap sesuatu yang mencurigakan disekitarnya. Masayarakat kini
seperti hidup didalam ketakutan, karena setiap hari selalu ada berita-berita
yang mengabarkan tentang kriminalitas. Khususnya di DKI Jakarta, masyarakatnya
menjadi semakin individualis karena tidak mempercaiayai lagi lingkunganya.
Referensi
“Politik kota
dan hak warga kota” (2006). Politik kota
dan hak warga kota. Jakarta: Buku kompas
Badan Puasat
Statistik (BPS). (2013). Tingkat
kemiskinan di DKI Jakarta. Diunduh dari http://jakarta.bps.go.id/fileupload/brs/2013_07_01_14_16_47.pdf
Ekandari, S.,
& Faturochman. (2009). Dampak sosial psikologi pemerkoasaan. Buletin psikologi, 10(1), 9-23. Diunduh
dari http://fatur.staff.ugm.ac.id/file/JURNAL%20-%20Dampak%20Sosial-Psikologis%20Perkosaan.pdf
Lihin (2012). Pengertian kriminalitas menurut bahasa dan
istilah. Diunduh dari http://www.referensimakalah.com/2012/10/pengertian-kriminalitas-menurut-bahasa.html
Santoso,T.
(2002). Teori-teori kekerasan.
Jakarta: Ghalia Indonesia.







0 komentar:
Posting Komentar