Selasa, 23 September 2014

Posted by Unknown 12.43 3 comments
Pertemuan ke empat part dua ini akan membahas tentang logika,walaupun belajarnya siang pulangya sore tapi harus tetap semngat,belajar di siang hari itu susah-susah gampang

Logika (critical thinking)
Berfikir kritis adalah cara untuk memutuskan sesuatu dan menilai sesuatu berdasarkan fakta-fakta yang ada
Karakter berfikir kritis
-rasional
-otonomi
-kreatif
-adil
-dapat dipercaia dan dilakukan

Pemikir Kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam:
Analisa
- Aplikasi standar
- Diskriminasi
- Pencarian informasi
- Pembuatan alasan logis
- Prediksi
- Transformasi pengetahuan
Lima model berpikir kritis :
1.Total Recall : Kemempuan untuk mengingat fakta atau suatu kejadian di dalam otak serta dapat diing
    kembali saat dibutuhkan.
2.Habits  (Kebiasaan)
3.Inquiry (Pencarian Informasi) : Mencari atau menggali sebuah informasi dengan mencari fakta atau bukti yang nyata, agar hasil yang didapat lebih akurat.
4.New Ideas dan Creativity : meberikan inovasi dengan membuat sebuah ide baru terhadap suatu hal dan berpikir agar ssesuatu hal itu dapat menarik dengan pemikiran kreatif yang kita miliki.
5.Knowing How You Think : kita harus tau apa yang kita pikirkan dan tahu cara atau prosesnya.  (Metacognition).

B.Logika 


Logika berasal dari bahasa Yunani yaitu logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa. Istilah Logika pertama kali oleh Zeno dari Citium (344-262 SM). 



Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas atau aturan formal untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan.



Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

Manfaat belajar logika:

1.    Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
2.    Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak.
3.    Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4.    Menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.
Macam-Macam Logika adalah sebagai berikut:
a.Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
b.Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atautepat,


Logika Induksi dan Logika Deduksi

Pengertian induksi adalah penalaran yang dimulai dengan gejala-gajala secara terperunci untuk menghasilkan simpulan yang umum.
Analogi  Induksi adalah membandingkan dua hal yang berbeda dan mencari kesamaan dari kedua hal tersebut.
Beberapa faktor yang menyebabkan penyesatan induksi:
       -Faktor Tergesa-gesa
-Faktor ceroboh
- Faktor prasangka

Hubungan sebab-akibat merupakan suatu hubungan yang intrinsik atau hubungan yang asasi dalam pengertian hubungan yang sedemikian rupa sehingga apabila satu (sebab) ada / tiada maka yang lain juga pasti ada / tiada. Hubungan sebab akibat antara peristiwa-peristiwa dapat terjadi


Penalaran Deduktif
Penalaran Deduksi adalah suatu proses tertentu dalam proses itu akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih ‘khusus’ dari pengetahuan yang lebih ‘ umum’ . yang lebih khusus itu sudah termuat secara implisit dalam pengetahuan yang lebih umum. Suatu argumentasi disebut silogisme apabila mengikuti ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris.
2.    Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan.
3.    Dua premis dan satu kesimpulans ecara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing trem tampak di dalam dua dari tiga proposisi.

Sumber:
Power Point by Carolus Suharyanto
Power Point by Dr. Mikha Agus Widiyanto, S.Th., M.Pd

3 komentar:

Search

Bookmark Us

Facebook Favorites More Twitter
Psy - Chibi Nosebleed